PERCUBAAN ....HUHUHU
Tuesday, April 30, 2013
Tuesday, April 9, 2013
QARI-QARI TERMASYHUR DUNIA SYEIKH MUSTAFA ISMAIL Syeikh
Mustafa Ismail adalah antara para qari yang gah namanya diseluruh pelusuk dunia
Islam. Khalayak taranum dan ahli lagu Quran akan mengerumuni mereka untuk
mendengar alunan ayat-ayat al-Quran dari mereka. Dikatakan beliau menepati
telahan firasat Syeikh Muhammad Rif’at qari tersohor ketika itu di seluruh
Mesir. Siapakah sebenarnya Syeikh Mustafa Ismail? Apakah yang anda tahu
mengenai kembaranya bersama al-Quran ‘ul-Karim? Ia bermula dari sebuah kampong
Mit Ghazal Muhafazah Al-Gharbiyyah, Mesir, di mana beliau dilahirkan pada tahun
1322H=1905M dari keluarga yang berkedudukan di kampong tersebut. Sejak awal
usianya, bapanya telah menghantarnya berguru di kelas tahfiz al-Quran (Kuttab).
Biarpun sebagai kebiasaan kanak-kanak beliau bertapi-tapi namun beliau akhirnya
Berjaya menghafaz keseleruhan al-Quran seusia 12 tahun. Kemudian bermulalah
populariti beliau menyerlah menerusi siri bacaan yang diperdengarkan di
masjid-masjid dan lainnya yang mempertemukan beliau dengan Syeikh Muhammad
Rif’at yang turut mendengar bacaannya. Syeikh Rif’at telah memberi galakan dan
memuji cara persembahannya seterusnya mengesyorkan beliau meneruskan pembacaan
setelah mendalami ilmu tajwid dan seni membaca al-Quran. Atas nasihat tersebut
Syeikh Mustafa telah mendalami ilmu tajwid dengan berguru kepada Syeikh Mahmud
Hashish seorang yang pakar dalam bidang tersebut ketika itu, juga salah seorang
qari lepasan Maahad Al-Ahmadi yang menyatakan kesediaan untuk memberi tunjuk
ajar hingga usaha-usaha ini telah membuahkan hasil yang cemerlang. Meskipun
Syeikh Mustafa merupakan salah seorang peminat yang mengagumi suara Syeikh
Muhammad Rif’at, Syeikh Abdul Fattah Asy-Sya’sya’i dan qari-qari tersohor
lainnya namun demikian beliau mula merintis haluannya sendiri sehingga berjaya
mencipta aliran beliau sendiri dengan cara yang berbeza dari qari lainnya.
Selepas itu beliau ditakdirkan mengunjungi kota Kaherah dan memperdengarkan
bacaannya di Jamek Al-Azhar. Menerusi pembacaan inilah namanya mulai gah dan
dikenali ramai dan dengan demikian beliau telah disahkan sebagai qari Radio
Mesir dan sebelum itu beliau secara rasmi dilantik sebagai Qari Istana. Syeikh
Mustafa Ismail terkenal dengan kemerduan suara dan kemantapan bacaannya. Selain
terkenal sebagai qari yang punya nafas panjang dalam bacaan berlagu. Beliau
mempunya aliran baru dalam gaya bacaan dan tajwid. Syeikh Mustafa telah merakam
30 juzuk al-Quran secara tartil bacaan suaranya dan juga telah mengabadikan
berbagai rakaman bacaanya secara mujawwad yang hingga kini masih dikumandangkan
oleh Radio Al-Quran Mesir setiap pagi dan petang.
Sunday, April 7, 2013
Alasan Mengapa Nabi Sangat Sayang dengan Kucing: Keajaiban Hewan Bernama Kucing…
Anda sekalian pasti sering denger kalau Nabi suka banget sama kucing, tapi emang Nabi sangat sayang semua binatang dan mereka semua diperlakukan baik oleh Nabi.
Banyak kisah-kisah tentang kucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran disekitar manusia). Bahkan Nabi juga memiliki kucing peliharaan. Setiap Nabi menerima tamu di rumah, Nabi SELALU ngegendong mueeza (nama kucingnya) dan diletakkan dipahanya. Nabi bahkan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Salah satu sifat Mueeza yang paling Nabi suka: ‘Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya kaya ngikutin lantunan suara adzan‘
Terus, pernah juga saat Nabi mau mengambil jubahnya, eh.. ada Muezza lagi tidur diatasnya.. Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya, tujuannya supaya gak ngebangunin Muezza.
Pas Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu. Nabi menekankan di beberapa hadisnya bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.
Lantas kenapa Rasulullah Saw yang Ummiy, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?
@ Fakta-fakta ilmiah keistimewaan pada KUCING:
Fakta pertama: Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.
Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar dapat membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.
Fakta kedua: Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.
Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.
@ Hasil yang didapatkan adalah:
Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.
Fakta ketiga: Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.Bahkan di zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress
@ Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman:
Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, selanjutnya manusia 1/4 anjing, sedangkan kucing 1/2 manusia.
Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing. Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu.
Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.”
Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”
Ia menjawab, “Ya.”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”. (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.
Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”
Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana.
Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).
Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan Imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci. Lihat begitu luar biasanya kucing itu, bahkan sampe jadi hewan peliharaan kesayangan Nabi.
Namun sayangnya banyak sekali dari kita yang berpandangan negatif seputar binatang ini, ada yang mengatakan kucing dapat menyebabkan asma karena bulu-bulunya, ada juga yang bilang kucing terinfeksi toxoplasma.
Padahal kalau teliti lebih lanjut, toxoplasma itu adalah sejenis bakteri yang dapat hidup dibinatang apa saja. Catatan dalam penelitian ilmiah para peneliti, Anjing dan Babi adalah rekor terbanyak hewan yang mengandung penyakit ini. Tapi kenapa, justru kucinglah yang dijadikan kambing hitamnya?
@ Toxoplasma berasal dari infeksi parasit Toxoplasma Gondii. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu:
Secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah mencemarinya. Memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, babi atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang).Infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan.
Seorang ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, penularan ini disebut penularan secara congenital.
Melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis.Toxoplasma bisa menyerang perempuan maupun laki-laki. Sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi parasit Toxoplasma, karena semua hewan berdarah panas (unggas dan mamalia) sebenarnya juga bisa terinfeksi sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host).
Parasit dari intermediate host dapat menular hanya jika kita MENGKONSUMSINYA. Bedanya dengan kucing, Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya di usus halus kucing, dan akan dikeluarkan bersamaan dengan feces atau kotorannya.
Mungkin karena alasan inilah maka kucing menjadi tersangka utama toxoplasma bagi sebagian kita. Sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” Toxoplasma di tubuhnya.
@ Tips untuk Menghindari Toxoplasma:
Sediakan pasir atau tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari. Nah kita juga harus rajin bersih-bersih, lagian kucing kalau mau pup dipasir SELALU dikubur, karena kucing itu sendiri adalah hewan yang pemalu. Malah sebenarnya kalau gak ada pasir atau tanah, kucing akan menahan pup sekuat tenaga, kalau bener-bener udah gak tahan, terpaksanya pup di pojokan. Makanya sediakanlah lahan pasir buat kucing.
Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa (kasih makan makanan yang bersih, matang dan layak).
Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging, jeroan, tulang dan susu mentah, sebelum di masaklah terlebih dahulu. Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal di tangan.
Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
Hindari memakan daging mentah atau setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar telah dimasak sampai matang.
Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap).
Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging ataupun jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Toxoplasma.
Jika anda memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakan buang kotoran pada tempatnya.Sedangkan khusus untuk ASMA, orang biasa mengait-ngaitkannya akibat dengan bulu-bulu kucing. Padahal belum tentu demikian.
Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Penyakit ini salah satunya dikarenakan kelainan di paru atau di jantung yang bersifat keturunan (biasanya sejak kecil gejalanya sudah mulai tampak).Khusus asma yang disebabkan kelainan di paru-paru saja, ada yang bersifat intrinsik (dalam tubuh sendiri), dan ekstrinsik baik psikosomatitik (dipacu beban psikis tertentu) maupun non-psikosomatitik – biasanya mirip penderita alergi (tak tahan atau salah tanggapan sistem imun). Dari analisa kemungkinan jenis dan penyebab sesak, tentulah yang bersifat ekstrinsik yang dapat sembuh dengan menghindari atau menetralisir pencetus timbulnya serangan asma.
Jadi orang yang kambuh asmanya itu bukan hanya karena bulu kucing, tetapi bisa juga karena debu, sesak dalam keramaian, stress, asap, serbuk bunga, udara dingin, olahraga, dll. Sebenarnya bulu kucing hanyalah menjadi PEMICU, sama seperti faktor-faktor yang lain.
Anda sekalian pasti sering denger kalau Nabi suka banget sama kucing, tapi emang Nabi sangat sayang semua binatang dan mereka semua diperlakukan baik oleh Nabi.
Banyak kisah-kisah tentang kucing (karena kucing memang binatang yang banyak berkeliaran disekitar manusia). Bahkan Nabi juga memiliki kucing peliharaan. Setiap Nabi menerima tamu di rumah, Nabi SELALU ngegendong mueeza (nama kucingnya) dan diletakkan dipahanya. Nabi bahkan berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Salah satu sifat Mueeza yang paling Nabi suka: ‘Mueeza selalu mengeong ketika mendengar azan, seolah-olah ngeongnya kaya ngikutin lantunan suara adzan‘
Terus, pernah juga saat Nabi mau mengambil jubahnya, eh.. ada Muezza lagi tidur diatasnya.. Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya, tujuannya supaya gak ngebangunin Muezza.
Pas Nabi pulang ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu. Nabi menekankan di beberapa hadisnya bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.
Lantas kenapa Rasulullah Saw yang Ummiy, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?
@ Fakta-fakta ilmiah keistimewaan pada KUCING:
Fakta pertama: Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.
Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar dapat membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.
Fakta kedua: Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.
Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan.Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.
@ Hasil yang didapatkan adalah:
Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.
Fakta ketiga: Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.Bahkan di zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan, selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress
@ Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman:
Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, selanjutnya manusia 1/4 anjing, sedangkan kucing 1/2 manusia.
Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing. Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu.
Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.”
Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?”
Ia menjawab, “Ya.”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”. (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.
Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”
Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana.
Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).
Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan Imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci. Lihat begitu luar biasanya kucing itu, bahkan sampe jadi hewan peliharaan kesayangan Nabi.
Namun sayangnya banyak sekali dari kita yang berpandangan negatif seputar binatang ini, ada yang mengatakan kucing dapat menyebabkan asma karena bulu-bulunya, ada juga yang bilang kucing terinfeksi toxoplasma.
Padahal kalau teliti lebih lanjut, toxoplasma itu adalah sejenis bakteri yang dapat hidup dibinatang apa saja. Catatan dalam penelitian ilmiah para peneliti, Anjing dan Babi adalah rekor terbanyak hewan yang mengandung penyakit ini. Tapi kenapa, justru kucinglah yang dijadikan kambing hitamnya?
@ Toxoplasma berasal dari infeksi parasit Toxoplasma Gondii. Adapun penularannya pada manusia melalui empat cara yaitu:
Secara tidak sengaja memakan makanan yang tercemari parasit ini. Misalnya kita makan sayuran yang tidak dicuci bersih dan ternyata parasit toxo telah mencemarinya. Memakan daging sapi, kambing, babi, ayam, babi atau anjing yang mengandung parasit toxo yang tidak dimasak dengan sempurna (matang).Infeksi melalui placenta bayi dalam kandungan.
Seorang ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma bisa menularkan parasit ini pada janin yang dikandungnya, penularan ini disebut penularan secara congenital.
Melalui transfusi darah, transplantasi organ dari seorang donor yang kebetulan menderita toxoplasmosis.Toxoplasma bisa menyerang perempuan maupun laki-laki. Sesungguhnya tak hanya kucing yang bisa terinfeksi parasit Toxoplasma, karena semua hewan berdarah panas (unggas dan mamalia) sebenarnya juga bisa terinfeksi sebagai induk semang perantaranya (Intermediate host).
Parasit dari intermediate host dapat menular hanya jika kita MENGKONSUMSINYA. Bedanya dengan kucing, Toxoplasma menyelesaikan keseluruhan siklus hidupnya di usus halus kucing, dan akan dikeluarkan bersamaan dengan feces atau kotorannya.
Mungkin karena alasan inilah maka kucing menjadi tersangka utama toxoplasma bagi sebagian kita. Sementara sapi, kambing, ayam, anjing dan hewan lainnya tidak, meski sama-sama punya “bibit” Toxoplasma di tubuhnya.
@ Tips untuk Menghindari Toxoplasma:
Sediakan pasir atau tempat kotoran untuk kucing dan sebaiknya dibersihkan setiap hari. Nah kita juga harus rajin bersih-bersih, lagian kucing kalau mau pup dipasir SELALU dikubur, karena kucing itu sendiri adalah hewan yang pemalu. Malah sebenarnya kalau gak ada pasir atau tanah, kucing akan menahan pup sekuat tenaga, kalau bener-bener udah gak tahan, terpaksanya pup di pojokan. Makanya sediakanlah lahan pasir buat kucing.
Cegahlah kucing agar tidak berburu tikus, burung, lalat dan kecoa (kasih makan makanan yang bersih, matang dan layak).
Jangan memberi makan hewan peliharaan dengan daging, jeroan, tulang dan susu mentah, sebelum di masaklah terlebih dahulu. Setelah mencuci daging mentah sebaiknya cuci tangan dengan sabun agar tak ada parasit yang tertinggal di tangan.
Cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak makan.
Hindari memakan daging mentah atau setengah matang. Makanlah daging yang benar-benar telah dimasak sampai matang.
Cuci bersih sayur-mayur dan buah-buahan yang hendak dikonsumsi mentah sebelum dimakan (dilalap).
Untuk ibu-ibu hamil, sebaiknya tidak membersihkan tempat kotoran kucing ataupun mencuci daging ataupun jeroan selama masa kehamilan. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Untuk ibu-ibu yang berencana untuk hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Toxoplasma.
Jika anda memelihara kucing, latihlah dari kecil kucing tersebut dengan membiasakan buang kotoran pada tempatnya.Sedangkan khusus untuk ASMA, orang biasa mengait-ngaitkannya akibat dengan bulu-bulu kucing. Padahal belum tentu demikian.
Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Penyakit ini salah satunya dikarenakan kelainan di paru atau di jantung yang bersifat keturunan (biasanya sejak kecil gejalanya sudah mulai tampak).Khusus asma yang disebabkan kelainan di paru-paru saja, ada yang bersifat intrinsik (dalam tubuh sendiri), dan ekstrinsik baik psikosomatitik (dipacu beban psikis tertentu) maupun non-psikosomatitik – biasanya mirip penderita alergi (tak tahan atau salah tanggapan sistem imun). Dari analisa kemungkinan jenis dan penyebab sesak, tentulah yang bersifat ekstrinsik yang dapat sembuh dengan menghindari atau menetralisir pencetus timbulnya serangan asma.
Jadi orang yang kambuh asmanya itu bukan hanya karena bulu kucing, tetapi bisa juga karena debu, sesak dalam keramaian, stress, asap, serbuk bunga, udara dingin, olahraga, dll. Sebenarnya bulu kucing hanyalah menjadi PEMICU, sama seperti faktor-faktor yang lain.
Saturday, April 6, 2013
RAHSIA ALAM SEMESTA
Mengapa Allah membenci orang yang sombong dan berbuat riak? Mengapa Allah tidak menyukai orang yang merasa dirinya hebat, kuat, pintar dan lebih sehingga mempermudah dan merendahkan orang lain. Dan sebaliknya, mengapa pula Allah memerintahkan kita untuk rendah hati, bersujud, tunduk dan patuh kepada-Nya.?
Ada banyak jawapan atas pertanyaan ini. Namun tidak salah jika kita menyemak fakta-fakta berikut:
Kita adalah salah satu "makhluk kecil" yang Allah ciptakan selain binatang, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan, air dan sebagainya. Sehari-hari kita tinggal disebuah tempat yang menjadi sebahagian kecil sebuah dari sebuah bandar. Bandar tempat kita berada adalah sebahagian kecil dari sebuah daerah. Daerah yang kita tinggal merupakan sebahagian kecil dari sebuah negeri. Negeri yang kita tinggal merupakan sebahagian kecil dari sebuah negara. Negara kitapun hanyalah sebahagian kecil dari sebuah benua dan benua yang kita tinggal merupakan satu dari tujuh benua yang ada di planet bumi.
Lihat perbandingannya. Saat kita berada di dalam bilik tidur misalnya, ukuran tubuh kita terasa begitu besar. Namun, ketika berada di dalam dewan, tubuh kita menjadi lebih kecil. Akan lebih kecil jika berada di sebuah padang bola sepak. Begitu juga, akan lebih kecil lagi jika berada di sebuah bandar, daerah, negeri, negara dan benua. Keberadaan kita menjadi lebih tidak bererti jika perbandingannya adalah planet bumi tempat kita berada saat ini.
Bumi hanyalah satu dari lapan planet di dalam solar yang mengelilingi matahari. Matahari pun hanya satu dari sekitar 100 bilion bintang yang bergabung dalam galaksi Bimasakti (Milky Way). Dari jumlah sebanyak itu, hanya sekitar 6,000 bintang saja yang dapat kita amati dengan mata kasar. Sekitar 3,000 diantaranya berada diatas horizon dan separuh ada di bawahnya. Banyak lagi fakta-fakta alam semesta yang kita tidak ketahui.
Berbalik kepada perbandingan diri kita di alam semesta ini, Pasti sungguh tiada bererti diri ini, padahal alam semesta yang tidak terkira besarnya ini hanyalah sedikit sahaja dari ciptaan Allah Subhanahuwataala yang tiada terbatas. Masih ada alam-alam lain ciptaan Allah yang jauh lebih hebat dan lebih besar.
Itu dari segi ukuran. Jika dilihat dari perspektif waktu hidup, pasti lain lagi ceritanya. Usia manusia biasanya tidak lebih dari 100 tahun. Purata usia manusia biasanya 50 hingga 70 tahun. Sekarang bandingkan dengan usia bumi kita yang dianggarkan jutaan tahun. Batuan-batuan bumi yang tertua dianggarkan terbentuk sekitar 4.6 bilion tahun. Bekas-bekas kehidupan di bumi yang tertua dianggarkan sekitar 3.8 bilion tahun.
Kehidupan makhluk yang bernama manusia dianggarkan baru sekitar 100 ribu tahun, apalagi kalau dibandingkan dengan usia alam semesta yang kononnya sudah 15 bilion tahun. Menurut hitungan para ahli fizik, 70 tahun usia manusia sebanding dengan 0.15 saat usia kosmos (usia alam semesta). Untuk pengetahuan bahawa 1 saat kosmos sama dengan 475 tahun. Bila usia kita 70 tahun sebanding dengan 0.15 saat, berapa saat pula orang yang berusia 20, 30, 40 atau 50 tahun. Kerana itu ternyatalah bahawa hidup kita hanya sekejap.
Mari kita renungkan firman Allah Subhanahuwataala:
"Allah bertanya lagi (kepada mereka yang kafir itu): Berapa tahun lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: Kami tinggal (di dunia) selama sehari atau sebahagian dari sehari: Maka bertanya kepada yang menjaga urusan menghitung (umur). Allah berfirman: Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)." (Al mu'minuun [23]: 112-114).
Melihat fakta-fakta ini, sangat tidak layak bagi kita berlaku sombong. Sungguh, manusia tidak ada apa-apanya. Dunia yang kita perjuang serta kita bangga-banggakan begitu kecil, tiada bererti dalam pandangan Allah. Di planet bumi, wang, rumah mewah, kebun, haiwan ternak, kenderaan mewah, perusahaan, keturunan, tanah yang luas, lautan, danau, gunung, termasuk diri kita di dalamnya hanyalah serpihan debu di tengah samudera bintang-bintang di alam semesta.
Kita boleh merenung makna hadis ini:
"Seandainya dunia itu berharga di sisi Allah, maka tidak sedikitpun orang kafir akan mendapatkannya."
Walaupun tiada harganya, Allah Subhanahuwataala tetap berkenan memberikan bahagian dunia kepada orang-orang kafir. Dalam pandangan Allah, dunia beserta isinya tidak lebih berharga daripada sehelai sayap lalat.
Sekarang kita boleh memahami mengapa Rasulullah s.a.w serta para sahabat begitu mudah mendermakan harta yang dimiliki untuk kebaikan. Dalam pandangan mereka, harta duniawi tidak ada ertinya jika dibandingkan keredhaan di sisi Allah. Kita pun faham akan makna sebuah hadis dari Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
"Dua rakaat solat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya." (Hadis riwayat Muslim dan at-Tirmidzi).
Mengapa Allah membenci orang yang sombong dan berbuat riak? Mengapa Allah tidak menyukai orang yang merasa dirinya hebat, kuat, pintar dan lebih sehingga mempermudah dan merendahkan orang lain. Dan sebaliknya, mengapa pula Allah memerintahkan kita untuk rendah hati, bersujud, tunduk dan patuh kepada-Nya.?
Ada banyak jawapan atas pertanyaan ini. Namun tidak salah jika kita menyemak fakta-fakta berikut:
Kita adalah salah satu "makhluk kecil" yang Allah ciptakan selain binatang, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan, air dan sebagainya. Sehari-hari kita tinggal disebuah tempat yang menjadi sebahagian kecil sebuah dari sebuah bandar. Bandar tempat kita berada adalah sebahagian kecil dari sebuah daerah. Daerah yang kita tinggal merupakan sebahagian kecil dari sebuah negeri. Negeri yang kita tinggal merupakan sebahagian kecil dari sebuah negara. Negara kitapun hanyalah sebahagian kecil dari sebuah benua dan benua yang kita tinggal merupakan satu dari tujuh benua yang ada di planet bumi.
Lihat perbandingannya. Saat kita berada di dalam bilik tidur misalnya, ukuran tubuh kita terasa begitu besar. Namun, ketika berada di dalam dewan, tubuh kita menjadi lebih kecil. Akan lebih kecil jika berada di sebuah padang bola sepak. Begitu juga, akan lebih kecil lagi jika berada di sebuah bandar, daerah, negeri, negara dan benua. Keberadaan kita menjadi lebih tidak bererti jika perbandingannya adalah planet bumi tempat kita berada saat ini.
Bumi hanyalah satu dari lapan planet di dalam solar yang mengelilingi matahari. Matahari pun hanya satu dari sekitar 100 bilion bintang yang bergabung dalam galaksi Bimasakti (Milky Way). Dari jumlah sebanyak itu, hanya sekitar 6,000 bintang saja yang dapat kita amati dengan mata kasar. Sekitar 3,000 diantaranya berada diatas horizon dan separuh ada di bawahnya. Banyak lagi fakta-fakta alam semesta yang kita tidak ketahui.
Berbalik kepada perbandingan diri kita di alam semesta ini, Pasti sungguh tiada bererti diri ini, padahal alam semesta yang tidak terkira besarnya ini hanyalah sedikit sahaja dari ciptaan Allah Subhanahuwataala yang tiada terbatas. Masih ada alam-alam lain ciptaan Allah yang jauh lebih hebat dan lebih besar.
Itu dari segi ukuran. Jika dilihat dari perspektif waktu hidup, pasti lain lagi ceritanya. Usia manusia biasanya tidak lebih dari 100 tahun. Purata usia manusia biasanya 50 hingga 70 tahun. Sekarang bandingkan dengan usia bumi kita yang dianggarkan jutaan tahun. Batuan-batuan bumi yang tertua dianggarkan terbentuk sekitar 4.6 bilion tahun. Bekas-bekas kehidupan di bumi yang tertua dianggarkan sekitar 3.8 bilion tahun.
Kehidupan makhluk yang bernama manusia dianggarkan baru sekitar 100 ribu tahun, apalagi kalau dibandingkan dengan usia alam semesta yang kononnya sudah 15 bilion tahun. Menurut hitungan para ahli fizik, 70 tahun usia manusia sebanding dengan 0.15 saat usia kosmos (usia alam semesta). Untuk pengetahuan bahawa 1 saat kosmos sama dengan 475 tahun. Bila usia kita 70 tahun sebanding dengan 0.15 saat, berapa saat pula orang yang berusia 20, 30, 40 atau 50 tahun. Kerana itu ternyatalah bahawa hidup kita hanya sekejap.
Mari kita renungkan firman Allah Subhanahuwataala:
"Allah bertanya lagi (kepada mereka yang kafir itu): Berapa tahun lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: Kami tinggal (di dunia) selama sehari atau sebahagian dari sehari: Maka bertanya kepada yang menjaga urusan menghitung (umur). Allah berfirman: Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)." (Al mu'minuun [23]: 112-114).
Melihat fakta-fakta ini, sangat tidak layak bagi kita berlaku sombong. Sungguh, manusia tidak ada apa-apanya. Dunia yang kita perjuang serta kita bangga-banggakan begitu kecil, tiada bererti dalam pandangan Allah. Di planet bumi, wang, rumah mewah, kebun, haiwan ternak, kenderaan mewah, perusahaan, keturunan, tanah yang luas, lautan, danau, gunung, termasuk diri kita di dalamnya hanyalah serpihan debu di tengah samudera bintang-bintang di alam semesta.
Kita boleh merenung makna hadis ini:
"Seandainya dunia itu berharga di sisi Allah, maka tidak sedikitpun orang kafir akan mendapatkannya."
Walaupun tiada harganya, Allah Subhanahuwataala tetap berkenan memberikan bahagian dunia kepada orang-orang kafir. Dalam pandangan Allah, dunia beserta isinya tidak lebih berharga daripada sehelai sayap lalat.
Sekarang kita boleh memahami mengapa Rasulullah s.a.w serta para sahabat begitu mudah mendermakan harta yang dimiliki untuk kebaikan. Dalam pandangan mereka, harta duniawi tidak ada ertinya jika dibandingkan keredhaan di sisi Allah. Kita pun faham akan makna sebuah hadis dari Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
"Dua rakaat solat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya." (Hadis riwayat Muslim dan at-Tirmidzi).
Subscribe to:
Comments (Atom)






